Bawaslu Tidore Proses Dugaan Pelanggaran Iksan Albanjar

[ Amru Arfa ]

TIDORE – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tidore Kepulauan akhirnya memutuskan kasus dugaan pelanggaran Netralitas ASN yang dilakukan oleh salah satu oknum ASN Provinsi Maluku Utara atas nama Iksan Albanjar.

Menurut Koordinator Hukum dan Penindakan Bawaslu Kota Tidore Amru Arfa kepada sejumlah media mengatakan bahwa setelah pihaknya melakukan rapat pleno tingkat pimpinan, kasus yang dilakukan oleh Iksan Albanjar ini kemudian disepekati untuk meregister kasus tersebut dengan nomor : 07/LP/PW/Kota/3202/2020.

" Setelah kita menerima laporan yang disampaikan oleh NA (tim hukum), kemudian kita melakukan pemeriksaan kasus tersebut dianggap memenuhi syarat formil materilnya untuk ditindaklanjuti, sehingga setelah kasus ini diregister maka argo 3 plus 2 mulai berjalan, artinya kasus ini akan ditangani selama lima hari, dan dalam lima hari itu akan kita panggil sejumlah saksi, terlapor dan pelapor untuk dimintai keterangan,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Bawaslu Kota Tidore, Kamis (27/8/2020).

Lebih lanjut, Amru menegaskan bahwa dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Iksan ini telah menabrak regulasi yang berkaitan dengan Netralitas ASN, pasalnya dalam menghadapi momentum politik ASN dilarang untuk menyebarkan foto calon kandidat, like dan berkomentar. Karena keterlibatan ASN jelas telah diatur dalam Undang-Undang Tentang ASN, sehingga posisi ASN itu sifatnya harus Netral.

" Untuk Iksan Albanjar ini sudah dua kali melakukan dugaan pelanggaran Netralitas ASN , dan ketika pertama dilakukan pemeriksaan oleh Panwaslu Kecamatan Tidore dia tidak hadir namun kasusnya tetap ditindaklanjuti sampai ke KASN, hanya saja untuk hasilnya itu tergantung KASN, karena kita tidak punya kewenangan untuk mengeksekusi, sementara untuk kasus yang kedua kali ini baru dugaan pelanggaran karena tahapannya masih dalam proses pemeriksaan” jelasnya.

Penulis: Anto
Editor: Redaksi

Baca Juga