PT. IWIP Tenggelam Akibat Pembukaan Lahan dan Hutan Secara Masif

[ Proses evakuasi di areal PT. IWIP ]

WEDA - PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT IWIP) yang beroperasi di wilayah Weda Tengah antara Desa Lelilef - Gemaf Halmahera Tengah dilanda banjir besar akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu berhari-hari.

Jalan lintas Halmahera yang berada di tengah tambang PT. IWIP itu sepenuhnya tertutup air dan terlihat seperti kali hidup, akibatnya sejumlah pedagang yang berjualan di ruas jalan itu dievakuasi oleh sekuriti tambang karena ketinggian air mencapai satu meter lebih, Rabu (26/8/2020).

Seorang Karyawan berinisial UB saat dihubungi oleh jarita.id ini via telephone mengatakan bahwa hujan dalam beberapa hari ini telah mengakibatkan segala aktivitas perusahaan lumpuh. Kurang lebih enam puluh persen areal proyek PT. IWIP terendam banjir," Banyak karyawan termasuk karyawan perempuan yang berkerja di bagian control room baik di dekat gudang Or dan di smelter atau wilayah pabrik dievakuasi," ujarnya

Sementara itu Munadi Kilkoda selaku Ketua Aman Maluku Utara dan juga sebagai Sekertaris Komisi III DPRD Halmahera Tengah saat dikonfirmasi jarita.id via pesan whatsApp mengungkapkan bahwa pembukaan lahan dan hutan di kawasan tersebut secara masif yang menyebabkan daya dukung lingkungan tidak lagi sebanding dengan intensitas hujan yang tinggi," Makanya dengan curah hujan yang tinggi banjir pasti terjadi. Apalagi setahu saya banyak anak sungai yang hilangan fungsi sebagai penyangga termasuk ada sungai yang dipindahkan jalurnya," tuturnya.

Menurutnya sudah diperkirakan ini dari awal, dikemudian hari resiko ini pasti terjadi. Apalagi dengan adanya rencana PT. IWIP akan membebaskan 8 ribu hektare lahan yang sudah tentu akan berubah fungsi," Itu resikonya akan makin melebar bahkan perkampungan penduduk pun akan terkena dampak. Bukan saja banjir, problem sosial lain pasti akan muncul karena ruang hidup masyarakat adat disitu makin terhimpit," katanya.

Selain itu dirinya juga meminta dinas teknis mengecek ke lapangan dan jika menemukan penyebab banjir itu karena faktor perubahan fungsi lahan dan hutan yang dilakukan PT. IWIP, maka masyarakat kecil yang terkena dampak langsung harus dapat ganti rugi dari PT. IWIP.  Termasuk juga IWIP bertanggungjawab melakukan pemulihan lingkungan di kawasan tersebut, karena pemulihan lingkungan tidak boleh dianggap enteng.

" Jangan hanya memikirkan keuntungan lalu mengabaikan yang ini. Ini juga jadi catatan utama untuk Pemerintah agar RDTR Kawasan Industri Teluk Weda tidak sekedar berorientasi pada pertumbuhan ekonomi lalu mengabaikan aspek penting yang berkaitan dengan kelangsungan hidup masyarakat dan lingkungan hidup di wilayah tersebut," pungkasnya.

Hingga berita ini dipublish hujan masih mengguyur wilayah Weda Tengah terutama lokasi areal proyek perusahaan. Pihak perusahaan sendiri masih melakukan evakuasi.

Penulis: Firman
Editor: Redaksi

Baca Juga