Siraz: Lucu Jika Tujuh Parpol Pendukung AMAN Jilid I Sebut Pemerintahan Gagal

[ Muh. Siraz Tuny ]

TIDORE - Merespon dinamika Politik di Kota Tidore Kepulauan yang kian memanas dengan munculnya tiga pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, sehingga terjadi perang urat saraf di kalangan publik melalui media sosial, Senin (24/8/2020).

Mendapat sorotan tersendiri dari Politisi Partai Demokrat, yakni Muh Siraz Tuny, kepada sejumlah media Siraz mengatakan bahwa terkait dengan kepemimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen alias AMAN mulai dari tahun 2016 hingga 2021 mendatang, sesungguhnya tidak bisa disalahkan secara sepihak, sebab itu bukan kegagalan yang di alami pemerintah.

Pasalnya, kemenangan pasangan AMAN Jilid I yang didukung oleh tujuh partai Politik, yakni PKB, PBB, PKS, PAN, Hanura, PDIP dan NasDem, merupakan kemenangan yang diraih secara bersama, sehingga sangat lucu jika oknum-oknum politisi yang notebenenya berasal dari tujuh partai politik ini kemudian bicara soal kegagalan pasangan AMAN.

Pemerintahan AMAN tidak serta merta menjadi tanggungjawab politik Capt. Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen, melainkan juga menjadi tanggungjawab Partai Politik yang saat itu mendukung mereka, sebab bagaimana mungkin Partai Politik yang dulunya ikut meyakinkan masyarakat sampai ke tingkat Kelurahan/Desa untuk memilih AMAN, lalu sekarang ikut mempertanyakan keberhasilan AMAN.

" Jika AMAN dibilang gagal oleh kader dari 7 partai pendukung AMAN sebelumnya, maka itu harus diuji dan diperdebatkan. Jadi menurut saya ke tujuh partai ini dalam menghadapi kontestasi politik ke depan mereka tidak pantas menjustice kegagalan AMAN secara bar-bar maupun sporadis, karena mereka juga punya tanggungjawab moral terhadap kepemimpinan AMAN, tugas mereka adalah menjawab pertanyaan publik atau partai yang bukan pendukung AMAN, tentang keberhasilan AMAN itu sendiri. Karena pemerintahan AMAN saat ini adalah harga diri tujuh Partai politik yang dulunya mendukung AMAN,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Siraz yang juga merupakan Sekertaris Gerakan Pemuda Ansor Kota Tidore ini menegaskan bahwa jika Ketujuh Partai Politik itu kemudian mengakui Pemerintahan AMAN selama lima tahun memimpin Tidore tidak mampu mensukseskan apa yang menjadi visi misi mereka, maka itu merupakan kegagalan bersama, sehingga dirinya dapat memastikan bahwa dalam momentum Politik kali ini, ke tujuh partai tersebut ketika mendukung Paslon tertentu sesungguhnya bukan semata-mata untuk kepentingan rakyat melainkan untuk kepentingan politik semata.

" Terpilihnya AMAN sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota ini merupakan kerja-kerja partai politik yang turun ke setiap Kelurahan dan Desa untuk mengkampanyekan visi misi mereka, sehingga harus menjadi tanggungjawab bersama untuk dikawal oleh partai-partai pendukung itu sendiri, begitulah hukum politik yang seharusnya,”ujarnya.

Olehnya itu, Siraz berharap dalam menghadapi momentum politik 2020-2024, Partai - partai Politik sudah harus mengedepankan politik gagasan dan mendorong politik kebaikan untuk kepentingan orang banyak sehingga bisa melahirkan politik yang berkualitas, tanpa harus saling menyalahkan.

" Pelaksanaan pemerintahan saat ini menjadi bagian terpenting dari harga diri tujuh Partai Politik yang dulunya mendukung AMAN, dan menurut saya tidak semua yang dilakukan AMAN itu buruk dan gagal, ada program-program prestesius yang dilakukan dan itu wajib untuk diberi apresiasi, jadi kalau kita bicara soal konteks kegagalan maka itu ada indikator dalam pelaksanaannya, yang dijawab melalui pertanggungjawaban pemerintah daerah,” tandasnya.

 

Penulis: Anto
Editor: Redaksi

Baca Juga