Pelaksanaan Sail Tidore Tetap Libatkan Pihak Kesultanan

[ Yakub Husain Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tidore ]

TIDORE – Meskipun telah menyiapkan konsep pelaksanaan Sail Tidore pada tahun 2021, namun untuk saat ini Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Pariwisata Kota Tidore belum bisa berbuat banyak akibat terkendala dengan adanya penyebaran Covid-19 sehingga membuat semua program yang telah dianggarkan pada tahun 2020, harus direfocusing untuk dilakukan penanganan Covid-19, Senin (24/8/2020).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Tidore Yakub Husain saat ditemui di ruang kerjanya, dia mengatakan untuk sejauh ini pihaknya baru sebatas membangun komunikasi dan rapat-rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat pasca keluarnya Surat Keputusuan dari Menkomaritim mengenai Panitia Nasional Sail Tidore 2021.

" Setelah Provinsi membuat SK Panitia Lokal untuk mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan, kita kemudian diperhadapkan dengan musibah luar biasa yakni Covid-19, sehingga seluruh kegiatan harus dipending untuk digeser dalam penanganan Covid, sebab kepentingan kemanusiaan jauh lebih penting dari kepentingan yang lain,” ungkapnya.

Kendati demikian, Yakub menegaskan bahwa untuk mensukseskan agenda sail Tidore pada tahun 2021 mendatang, pihaknya telah kembali mengusulkan sejumlah program pada tahun 2021, dan menurut dia dalam usulan tersebut juga mendapat dukungan dari DPRD Kota Tidore.

" Kita bisa melakukan sosialisasi di masyarakat apabila program ini sudah disetujui DPRD, karena bagaimana kita bisa jalan jika tanpa didukung dengan anggaran,” jelasnya.

Sementara terkait dengan keterlibatan pihak Kesultanan Tidore dalam pelaksanaan Sail, Yakub mengaku bahwa itu sudah pasti akan dilakukan, karena kegiatan pelaksanaan Sail ini juga didalamnya terdapat peran penting dari pihak kesultanan. Namun sebelumnya pihak Pemerintah Daerah masih melakukan komunikasi tingkat sektor baik ke Provinsi maupun Nasional untuk memastikan pelaksanaan kegiatan tersebut.

" Prinsipnya kami ingin memastikan kegiatan ini jadi dulu baru kemudian dibangun komunikasi dengan pihak kesultanan, sebab jangan sampai kita sudah bangun komunikasi tetapi pemerintah pusat malah membatalkan kegiatan ini juga repot. Tetapi sejauh ini kami terus berkomunikasi dengan mereka di Menkomaritim, sehingga mereka menjanjikan sehari dua apabila Covid-19 sudah selesai maka hal ini akan ditindaklanjuti rapat virtual, sebab saat ini pemerintah pusat khusunya di semua kementrian masih berkonsentrasi dalam penanganan Covid-19,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yakub mengaku bahwa dalam pelaksanaan Sail Tidore 2021, yang menjadi target pemerintah daerah tidak hanya sebatas pada kegiatan serimonial semata, melainkan sampai pada penetapan Status Tidore untuk dijadikan sebagai kawasan kebudayaan.

" Jika tidak ada Covid, maka saat ini sudah dilakukan penataan kawasan pendaratan Juan Sebastian De Elcano dan kawasan hutan kota di Rum, karena mereka sudah desaignnya sesuai dengan masterplan yang kita punya, dan itu sudah siap sehingga tinggal dikerjakan oleh Balai Kementrian PU, tetapi karena covid ahirnya kegiatan itu kemudian dipending,” ujarnya.

Penulis: Anto
Editor: Redaksi

Baca Juga