Tahun Ini Pemkot Tidore Qurban 34 Hewan Qurban

Sahnawi Ahmad Kabag Kesra Setda Kota Tidore Kepulauan

TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menyarankan agar sholat Idul Adha di tahun 2020 dikembalikan ke setiap Kelurahan/Desa sesuai dengan mengikuti protap Covid-19.

Hal itu disampaikan Kabag Kesra Kota Tidore, Sahnawi Ahmad. Dia menyampaikan dengan adanya kesiapan menjelang lebaran Idul Adha tahun ini, tentunya semua masih menggunakan protap kesehatan, Senin (27/7/2020).

" Memang sholat Idul Adha dikembalikan ke masing-masing Kelurahan/Desa, hal itu untuk menghindari kerumunan," kata Sahnawi kepada jarita.id

Selain itu, bertepatan dengan hari raya qurban, maka pemerintah daerah akan menyiapkan hewan qurban, seperti sapi dan kambing. Terkait dengan dua jenis hewan qurban ini, di tahun 2020 mengalami penurunan, misalnya di tahun 2019 lalu sumbangannya sampai 140 ekor, tetapi di tahun 2020 ini berkisar 34 ekor , sesuai data yang diterima di tanggal 27 Juli 2020.

" Bukan hanya sampai disitu, namun kami terus mendata, karena pengumpulan hewan qurban batas sampai tanggal 29 Juli 2020 disebabkan karena Covid-19, jadi anggaran juga berkurang. Sementara kita lihat harga sapi dari Rp. 15 juta sampai dengan Rp. 10 juta,” tutur Sahnawi.

Berdasarkan hewan qurban terbanyak masih dominana adalah sapi. Dan kebanyakan hewan qurban yang diberikan, misalnya suku Jawa, Bugis, maupun sumbangsi dari Guru-guru untuk beramal.

" Kalau sumbangsi dari pengusuha masih jarang, bahkan dari dulu sampai sekarang,”katanya.

Selanjutnya, dengan adanya keterbatasan jumlah sapi dan kambing, tentunya kita lihat ke depan, apakah semua mendapatkan atau tidak untuk Kelurahan, karena sampai dipertengahan bulan ini, baru terkumpul 34 hewan qurban.

Sahnawi mengakatan, pada saat pemotongan sapi nanti, juga mengikuti protap Covid-19, namun hal itu dikembalikan ke masing-masing Kelurahan, seperti, memakai masker, memakai sarung tangan, dan hindari kerumunan.

“Jadi, kita tetap menyurat ke setiap Lurah agar pada saat hari H nanti, pemotongan sapi jangan terlalu banyak berkerumunan,”tambahnya.

Tentu sebelum hewan qurban itu dipotong, dilakukan pengecekan, apakah sehat atau tidak, dan itu langsung ditangani oleh dokter hewan.

Penulis: Anto
Editor: Redaksi

Baca Juga