Penyelenggara KPU Tidore Batal Rapid Test

Ilustrasi rapid test

TIDORE – Sebanyak 800 personil dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tidore Kepulauan tidak melakukan rapid test, karena Dinas Kesehatan Tidore kekurangan alat rapid test.

Hal itu, karena KPU Kota Tidore sudah menyurat ke Tim Gugus Tugas Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Kesehatan, dan balasan surat dari Dinas Kesehatan, bahwa alat rapid test tidak cukup untuk melakukan rapid test terhadap penyelenggara KPU, yakni PPK, PPS, dan PPPD, Kamis (23/7/2020).

" Sebab personil yang dimiliki KPU Kota Kota Tidore yang kami rapid itu, sebanyak 800 orang lebih, sementara alat dari Tim Gugus sebanyak 40. Bukan hanya itu, kami juga dikejar waktu. Setelah dikoordinasikan ke Tim Gugus, sebelum coklit sudah rapid test, dan coklit sudah berjalan, kalau rapid maka sama saja. Karena kami berharap rapid ditemukan non-reaktif, kalau reaktif maka kami ganti, sebagaimana edaran dari KPU RI berlaku hanya di PPS dan PPK,”kata Ketua KPU Kota Tikep, Abdullah Dahlan.

Sedangkan dari Tim Gugus Tugas Kota Tidore Kepulauan yakni Dinas Kesehatan Kota Tikep tidak mempunyai alat rapid test yang cukup, akhirnya di edaran KPU itu bisa diganti.

" Rapid tidak bersedia, kalau alat rapid test tidak ada, boleh dilakukan scering dari dokter tetapi harus dapat surat keterangan dari dokter. Dan KPU sampai saat ini sudah melakukan screening di semua personil termasuk di darata Oba,”kata Abdullah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, bahwa KPU sudah tidak melakukan rapid test, namun sudah srening. Karena atas dasar Tim Gugus Tugas tidak cukup alat rapid test.

Menurut Abdullah, bahwa dari Dinas Kesahatan sudah mengintruksikan kepada masing-masing Puskesmas di setiap Kelurahan untuk melakukan screening kepada personil KPU, yakni, PPK, PPS, dan PPDP. Karena Dinkes tidak punya dasar untuk mengganti PPK dan PPS, sebab tidak sama dengan PPDP dorang punya tugas khusus.

Selain itu, KPU juga telah melakukan tanda tangan Mou dengan tim Gugus Tugas Kota Tidore Kepulauan, yakni Walikota Tidore sebagai ketua untuk melayani kesehatan para penyelenggara,” Tetapi menjadi probelemnya alat rapit test Dinkes tidak cukup bahkan tidak ada,”ujarnya.

Penulis: Anto
Editor: Redaksi

Baca Juga