Masyarakat Desa Aketobatu Adukan Kasus Pemalsuan Tanda Tangan ke DPRD

Suasana pertemuan dengan Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan

TIDORE - Masyarakat Desa Aketobatu Kecamatan Oba Tengah kembali mengadukan masalah dugaan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan oleh perangkat Desa Aketobatu ke DPRD Kota Tidore Kepulauan, Senin (6/07/2020).

Sebelumnya masyarakat Desa Aketobatu yang di wakili oleh beberapa masyarakat ini sudah membuat laporan ke Polres kota Tidore Kepulauan, pada Jumat (12/6/2020) lalu, Namun sampai pada saat ini belum ada panggilan dari pihak Polisi terhadap Perangkat Desa Aketobatu tersebut.

Ali Soleman salah satu masyarakat Desa Aketobatu saat bertatap muka bersama Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan mengatakan, Masyarakat Desa Aketobatu menggantungkan harapan besar kepada para Anggota DPRD agar bisa menyelesaikan kasus yang saat ini diadukan itu," Karena kami juga tidak tau proses hukum itu dia punya alurnya bagaimana," tuturnya.

Mendengar apa yang disampaikan oleh masyarakat Desa Aketobatu itu, Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan melalui Wakil Ketua I DPRD Mochtar Djumati mengatakan secara bahwa kelembagaan DPRD akan menyurat ke pihak Kepolisian.

" Kami secara kelembagaan akan menyurat ke pihak Kepolisian untuk agar segera mengambil menindaklanjuti laporan atas pemalsuan tanda tangan oleh Perangkat Desa Aketobatu," kata Mochtar.

Dimana sebelumnya, Perangkat Desa Aketobatu dilaporkan ke Polisi lantaran diduga telah melakukan tindak pidana pemalsuan tanda tangan dan dokumen untuk mencairkan anggaran disejumlah item kegiatan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa dan Dana Desa tahun 2017 yang itu dinilai fiktif.

Empat item kegiatan tersebut diantaranya, Kelompok Tani, Lomba 10 Program PKK, Lomba Tingkat RT dan Kegiatan LPM, dengan total anggaran senilai Rp.166.500.000, dari semua kegiatan tersebut tidak pernah terlaksanakan dan dananya tidak pernah tersalurkan kepada warga yang namanya yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Penulis: Anto
Editor: Daffa

Baca Juga